Pencarian

Akankah Lahir Juara Baru?

SIAPA yang menjadi juara Piala Dunia 2010, memang masih sulit untuk diprediksi. Meskipun "16 Besar" sudah selesai dan memasuki babak perempat final mulai Jumat (2/7), tetapi tetap sulit untuk memprediksi siapa yang bakal menjadi juara. Kekuatan sepak bola masih belum banyak berubah, kendatipun di babak pendahuluan banyak kejutan-kejutan dari tim "kuda hitam".

Saya tidak begitu tertarik, meneropong siapa yang bakal jadi juara nanti. Pertanyaan yang membuat saya tertarik, mungkinkah akan muncul juara baru pada perhelatan Piala Dunia yang kedelapan belas kali ini? Jujur saja, kalau juara masih dari tujuh negara yang pernah menjadi kampiun, rasanya bosan dan menjadi hal kurang menarik.

Seperti diketahui, tujuh negara yang pernah merasakan sebagai juara adalah Brasil (5 kali), Italia (4 kali), Jerman (3 kali), Argentina (2 kali), Uruguay (2 kali), Prancis (sekali), dan Inggris (sekali). Dari tujuh negara itu, tiga di antaranya sudah tumbang yaitu Italia dan Prancis di babak penyisihan grup dan Inggris di babak "16 Besar".

Tak bisa dimungkiri, kiblat sepak bola hingga saat ini masih berkisar antara kekuatan negara Eropa dan Amerika Latin. Hingga "Delapan Besar", hanya The Black Star Ghana yang menyeruak kekuatan Amerika Latin dan Eropa.

Meski adanya kejutan dari dua negara Asia yaitu Korea Selatan dan Jepang, yang mampu lolos ke "16 Besar" dengan permainan memikat, tampaknya mereka memang belum saatnya hingga ke tangga puncak. Melihat kekalahan Korsel dari Uruguay 1-2, apalagi terjungkalnya tim "Matahari Terbit" Jepang dari Paraguay 3-5 lewat adu penalti, rasanya kita berbangga diri bahwa kekuatan tim Asia tidak tertinggal jauh. Mudah-mudahan bisa dicontoh dan diikuti timnas Indonesia, meskipun entah kapan.

Dari delapan tim yang masih bertahan di perempat final, empat di antaranya adalah yang pernah menjadi juara di perhelatan sebelumnya yaitu Brasil, Argentina, Uruguay, dan Jerman. Sementara empat tim lainnya Spanyol, Belanda, Ghana, dan Paraguay, belum pernah menjadi juara.

Melihat komposisi tersebut, peluang untuk lahirnya sang juara baru fifty-fifty. Demikian juga dilihat dari performa tim sejak awal, mereka tampaknya masih seimbang. Namun, dilihat dari materi pemain dan prestasi selama ini, tampaknya harus diakui bahwa empat tim yang pernah mengenyam gelar juara Piala Dunia, masih tetap favorit.

Mungkin Spanyol dan Belanda yang bisa menandingi Argentina, Brasil, dan Jerman yang masih menjadi favorit akan menambah perbendaharaan gelar kampiun. Di pul atas, Brasil yang langganan menjadi juara dengan lima kali memboyong trofi, langsung akan mendapat hadangan Belanda. Bila lolos, Brasil atau Belanda mungkin lebih mudah menunggu pemenang Uruguay dan Ghana, yang kekuatannya seimbang.

Sementara di pul bawah, Argentina yang superior seolah tanpa hambatan sejak penyisihan grup harus bersaing dulu dengan Jerman, yang sempat tersandung sekali dari Serbia di penyisihan grup. Bila salah satu lolos, mereka akan berhadapan dua kekuatan Amerika Latin dan Eropa (Paraguay dan Spanyol), yang belum pernah meraih gelar.

Bila di pul atas, lahirnya sang juara baru berharap dari Belanda, maka di pul bawah berharap kepada Spanyol. Melihat permainan Belanda sejak awal yang tetap konsisten menang (2-0 atas Denmark, 1-0 atas Jepang, 2-1 atas Kamerun, dan 2-1 lawan Slovakia) tampaknya bisa merepotkan Brasil, yang sempat ditahan imbang 0-0 oleh Portugal. Namun, kabarnya ada sedikit kekisruhan pemain di kubu Belanda, yang mungkin bisa menjadi faktor nonteknis kegagalan membendung Brasil.

Sementara itu, Spanyol yang pada pertandingan awal sempat tersandung 0-1 oleh Swiss, permainannya semakin menanjak. Apalagi, setelah mengalahkan Portugal 1-0, para pemainnya akan semakin percaya diri. Bila tidak over confident, tampaknya Spanyol akan mampu mengatasi Paraguay.

Setelah itu, tim "Matador" harus bersiap mental, fisik, dan skill untuk menghadapi dua kekuatan besar sang "incumbent" yaitu antara Argentina atau Jerman. Tentang tradisi kesulitannya tim Eropa menjadi juara yang digelar di luar negara Eropa, mungkin saatnya sekarang dipatahkan. Kalaupun tradisi itu tetap berlaku, bisa juga berharap adanya kejutan dari Ghana (Afrika) atau Paraguay (Amerika Latin)

Mungkinkah "Matador" Spanyol dan "Oranye" Belanda (yang paling diharapkan) atau Paraguay dan Ghana (bisa membuat kejutan), bisa tampil sebagai sang juara baru? Kita tunggu hingga 11 Juli mendatang, ketika terompet vuvuzela semakin memekakkan telinga, mengakhiri perhelatan Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan.

(Pikiran Rakyat)

Add comment


Security code
Refresh

Pengunjung

Kunjungan : 719843

Sedang Online

Kami punya 14 tamu online

Login Form

Search Engine Submission - AddMe